Manusia adalah aset dalam pembangunan kehidupan Bangsa dan Negara.
Dalam perkembangannya tentu manusia akan dibekali dengan Taqwa, Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi dalam pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yaitu
manusia yang Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menguasai Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi. Pemberian bekal itu diberikan kepada manusia dengan
istilah pendidikan. Pendidikan merupakan ujung tombak dari gambaran wajah
Indonesi yang akan datang. Dengan pendidikan maka seorang manusia dapat
mengenal segala sesuatu dan membedakan dengan baik. Pendidikan akan terus
melekat dengan seseorang dan akan terus berubah sesuai dengan perkembangan
zaman. Pendidikan juga akan membuat manusia menjadi insan paripurna dalam
penyerapan ilmu agama,ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai batas seseorang
dalam melakukan tindakan.
Manusia memiliki hak asasi yang paling utama yaitu hak dalam
menentukan agama yang dipilih. Sehingga dalam proses pendidikan ini terdapat
istilah yang kita kenal dengan toleransi. Toleransi sejak zaman Nabi Muhammad
SAW sudah diberikan yaitu pada surat Al Kafirun pada ayat 6 yang berbunyi:
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِين Artinya: Untukmu agamamu dan untukkulah agamaku.
Terjemahan surat Al Kafirun ayat 6 menyatakan bahwa yang
dimaksud toleransi tidak berkaitan dengan penyembahan Tuhan masing-masing
tetapi toleransi itu didasarkan pada aspek lain dalam kehidupan bermasyarakat.
Toleransi dalam kehidupan masyarakat adalah pendidikan, kemanusiaan, kesehatan
dan lingkungan sosial. Sehingga di Indonesia yang memiliki enam agama menjadi satu kesatuan
dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya dalam bidang pendidikan. Toleransi dalam bidang pendidikan bisa berupaya dengan
guru yang tidak melihat latar belakang agama tetapi melihat kompetisi yang
dimiliki oleh seorang guru. Hal lain yang bisa dilihat adalah banyaknya
lembaga-lembaga pendidikan swasta dengan latar belakang organisasi agama
mendirikan sebuah lembaga pendidikan di suatu tempat.
Berdirinya lembaga pendidikan itu
tidak hanya terletak pada warga yang memeluk agama mayoritas tetapi juga
didirikan pada warga yang memeluk agama minoritas. Masyarakat sudah menyadari bahwa lembaga
pendidikan yang berlatar agama tidak menjadi masalah tetapi yang paling penting
adalah kemampuan kompetensi pada lembaga pendidikan tersebut. Hadirnya lembaga
pendidikan Islam di tempat mayoritas non muslim tidak menjadi halangan. Tetapi warga
menyambut gembira dengan adanya lembaga pendidikan tersebut sebagai alternatif
pada lembaga pendidikan yang sudah ada. Salah satunya adalah di pulau-pulau
Indonesia Timur dimana banyak lembaga Pendidikan Islam yang berdiri disana
mulai dari lembaga negeri dan lembaga swasta. Lembaga pendidikan tersebut tetap
eksis saat ini dari siswa hingga mahasiswa beragam agamanya. semua menyadari
bahwa hal itu adalah
salah wujud bagian dari toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.
Jika kita lihat informasi dari data BPS di
antaranya mulai tahun 2015-2045 Indonesia akan mengalami puncak demografis.
Puncak demografis adalah banyaknya
usia-usia produktif. Yang diperkirakan
terjadi mulai tahun 2015 hingga di tahun 2045.
Pemerintah sendiri telah menamakan puncak demografis penduduk ini dengan nama
Generasi Emas Indonesia. Diperlukan pendidikan yang baik dalam membekali
usia-usia produktif. Pendidikan dan toleransi telah menjadi kunci dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Toleransi yang membawa
manfaat dengan bersatunya semua unsur dalam pembangunan pendidikan Indonesia.
Saling menghargai perbedaan agama, bersatu dalam satu visi menuju Indonesia Emas
2045 menjadi tolak ukur keberhasilan antara Pendidikan dan Toleransi. Pendidikan
yang mengutamakan aspek kompetensi bukan aspek backgroud agama sehingga membawa
pendidikan yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan.
Toleransi dan pendidikan juga
memberikan makna penting yaitu memberi bekal kepada siswa sampai dengan
mahasiswa tentang pengertian dan aplikasi dari pengertian toleransi. Sehingga ketika siswa tumbuh dan berkembang nanti
tidak mudah terpancing dengan isu SARA (Suku Agama Ras) dan tetap mampu
menyayangi sesama dengan toleransi beragama Titik
ukur sebuah keberhasilan pendidikan adalah bagaimana sesorang itu bisa bersikap toleransi dengan
sesama manusia. Sehingga setinggi apapun pendidikan yang ditempuh tetapi tidak
memiliki sikap toleransi antar sesama manusia maka bisa dikatakan gagal arti
dari sebuah pendidikan. The Higher Education is Tolerance.
0 Comments