Etika AI dan Penggunaannya?

 

Seiring semakin masifnya dunia digital maka lahir perkembangan dunia teknologi kecerdasan buatan atau kita kenal dengan AI (Artificial Inteligence). Penggunaan AI semakin ramah dan masif sebagai bentuk pemanfaatan teknologi dan membantu pekerjaan manusia. Banyak kasus akademik dan kebijakan sebagai pengatur kontrol penggunaan AI. Kasus akademik berkaitan dengan AI bukan hanya similarity dan plagiasi tetapi sudah pada bentuk halusinasi data hingga halusinasi rujukan. Berbagai kebijakan dikeluarkan sebagai cara pencegahan penyalahgunaan penggunaan AI. Bahkan banyak orang berpendapat "Apakah sebuah kampus fisik masih diperlukan di era digital dan era AI seperti sekarang?". Sebuah pertanyaan saat mahasiswa ramai-ramai menggunakan AI sebagai alat bantu mengerjakan tugas. Tentu jawabnya kampus tetap diperlukan sebagai sarana diskusi dan rumah dari pengetahuan. 

 Penggunaan AI dapat diatur dan dikembalikan pada kebijakan masing-masing kampus dan pengelola jurnal sebagai batasan penggunaan AI. Pada perkumpulan pengelola jurnal penggunaan AI diataur melalui AI Declaration. Perkumpulan editor baik COPE (Commite on Publication Ethic) atau perkumpulan editor memberikan batasan penggunaan AI bagi author. Siapa author dan bagaimana penggunaanya diatur didalamnya. 



Penggunaan AI sebagai alat bantu laporan tugas akhir atau publikasi ilmiah dapat dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa. Semua memiliki fungsi AI yang ingin kita pilih dan sesuai dengan kebutuhan penggunaan pada tugas kita. AI dengan chat boot akan menampilkan penelusuran ide ilmiah sedangkan AI referensi juga membantu menganalisis artikel ilmiah hingga membantu menuliskan artikel secara otomatis serta penggunaan manfaat AI lainnya. Penggunaan AI juga diikuti dengan sisi konsumsi pengguna berupa penggunaan premium pada akun user AI. 


Sebagai warga akademik kita manfaatkan AI sebagai alat bantu tidak lebih dari itu. Semua hasil AI dimanfaatkan dengan memodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan melakukan pengecekan secara berkala hasil dari prompt AI. Semangat ya kawan-kawan sekalipun saya juga berjuang untuk penggunaan AI sebagai alat bantu tembus scopus😁. 

 

Terima kasih atas CV Deltama Sejahtera sebai CEO Event dan meminta saya menjadi narasumber pada sharing offline. Jangan lupakan saya dan ditunggu undangan narasumber lainnya CV atau yayasan lainnya ya😁. Untuk bisa memahami lebih lanjut bisa diklik pada tautan berikut.

 

Post a Comment

0 Comments