Indeksasi DOAJ


Tahapan selanjutnya bagi pengelola jurnal yang telah terakreditasi adalah menaikkan indeksasi internasional. Indeksasi internasional itu adalah DOAJ, Scopus dan WoS. DOAJ salah satu indeksasi awal bagi para pengelola jurnal menuju indeksasi jurnal internasional bereputasi. Mungkin kita bertanya tujuan apa menaikkan pada level indeksasi internasional. Jawabnya agar artikel pada jurnal yang dikelola terbaca oleh author dari luar negeri. Semakin banyak author membaca maka semakin banyak implikasi dari artikel jurnal atau dibaca sitasi. Mengelola jurnal di era digital bukan hanya menerbitkan dan menyimpan archive pada sistem ojs tetapi juga "menitipkan" archive pada lembaga indeksasi agar terbaca pada banyak author dan reader.

DOAJ salah satunya lembaga pengindeks Open Access (OA) yang mengambil jurnal untuk bisa diididex dengan mengirimkan bukti link sebagai syarat open access. Link url dan jawaban telah disesuaikan dengan pertanyaan pada laman DOAJ. Sering kali trobel dalam kesesuain jawaban adalah tidak sesuai antara copy right antara tulisan pada jurnal dengan copy right yang dipilih pada laman https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ , jadi tentukan dibagian mana pengelola jurnal memilih copy right yang dimaksud dan bagian mana informasi pada jurnal itu ditemukan. Sering kali ditolak oleh DOAJ kerena tidak sesuai informasi yang didapatkan dengan laman pemilihan copy right. Pengalaman saya ketika mengajukan Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan submit indekasai DOAJ itu yang menjadi trobel dan alasan penolakan. Berikutnya yang menjadi perhatian adalah kesesuain antara jumlah editor dengan artikel yang terbit, sehingga tidak terlalu sedikit antara jumlah editor dengan jumlah artikel yang terbit. DOAJ memberi isyarat bahwa semua artikel benar-benar melewati editor dengan baik dan tentunya direview. DOAJ juga memberikan kebebasan dalam memberikan aspek bahasa sehingga artikel dengan bahasa indonesia tidak menjadi ukuran. Informasi OA dan informasi copy right jelas cukup bagi DOAJ untuk memberi jawaban acc ketika submit pada indeksasi. DOAJ tidak masuk sistem OJS untuk melihat sejauh mana kerja editor atau review artikel tetapi DOAJ cukup melihat genesis artikel dan itu cukup sebagai bukti bahwa artikel memang diproses dengan baik sebelum terbit.

Terima kasih kepada pengelola jurnal Ecoplan dan JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi Pembangunan Prodi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambungh Mangkurat yang telah mempercayakan proses pendampingan, sehingga bisa membantu proses submit DOAJ untuk ecoplan. Sedangkan untuk JIEP masih dalam proses perbaikan untuk submit DOAJ. Terima kasih juga kepada teman-teman Relawan Jurnal Indonesia (RJI) yang sering sharing baik kegiatan resmi atau sharing sehari-hari sehingga jurnal yang saya kelola bisa masuk pada indeksasi DOAJ. Terima kasih juga kepada teman sahabat almarhum Mas Ratodi yang sering mengingatkan untuk tidak berpuas diri dan putus asa submit DOAJ, semoga jadi amal jariyah yang tidak terputus Sam Todi. Terima kasih juga kepada teman dan sahabat sekaligus guru Dr. Ahmad Hanif Asyhar, M.Si yang selalu memberi informasi berkaitan dengan jurnal internasional bereputasi dan artikel. Semoga segera Guru Besar Cak Hanif😁. Bagaimana saya belajar untuk bisa seperti ini dari teman-teman UIN Sunan Ampel Surabaya. Ya tidak usaha mengkhianati hasil begitu filosofinya....apapun itu selama masih diberikan tangggung jawab akan dikerjakan semaksimal mungkin😀. Saya lampirkan juga ketika saya masih belajar bersama Mas Ratodi dan Cak Hanif. Untuk materi bisa diklik pada tautan berikut







                                       



 



Post a Comment

0 Comments