SLR dan Bibliometrik


Suatu saat saya pernah membaca sebuah konten yang dikirim oleh istri bagaimana seorang mahasiswa S3 di luar negeri lagi berdikusi dengan supervisor untuk menentukan topik penelitian. Dengan santainya dosen mengatakan bahwa kalau dulu mengatakan sulit meneliti hal baru itu wajar karena artikel yang terbit dalam setahun bisa dihitung dengan jari tetapi di era digital kita bisa menemukan banyak artikel dalam hitungan detik. Begitulah sebuah percakapan yang menarik perhatian follower di media sosial. Bibliometrik dan Systematic Literature Review (SLR) masih menjadi primadona dalam penulisan artikel review. Bukan hanya mudah untuk dilakukan tetapi mencari sesuatu yang baru dari topik penelitian menjadi hal paking menyenangkan. Bibliometrik dan SLR menjadi sarana latihan siswa membaca dan menganalisis artikel. Bukan hanya sekedar membaca metode penelitian dan hasil penelitian tetapi dianalisis dan dicari hal yang berbeda dari sekian banyak artikel yang ada itu. Berbagai hasil analisis diskusi dirangkum dan dicari benang merah dalam menemukan sebuah jawaban bagian mana yang paling penting dari penelitian.

Export Data Artikel

Hal paling penting dalam menulis bibliometrik dan SLR adalah export data. Export data menjadi penting karena dunia publikasi ilmiah terbagi menjadi kasta. Kasta tinggi tentunya indesing Scopus, Web of Science dan indexing lainnya. Sementara ada juga kasta tengah yaitu DOAJ, Dimension dan indexing lainnya. Ada juga kasta paling bawah yaitu Google Scholar. Data yaang ada dari kumpulan indexing menjadi hal penting untuk dianalisis dan dibandingkan dibagian mana yang menjadi pembeda. Semua hal berkaitan dengan metode penelitian dan hasil penelitian menjadi hal yang penting untuk dianalisis dan ditemukan kemudian setelah itu dilakukan proses pengelompokan sesuai dengan Research Question artikel. Dengan adanya export data yang berbeda kasta membantu menganalisis artikel dengan beragam.

Visualisasi Data

Visualisasi data juga menjadi hal penting dalam menentukan hasil penelitian Bibliometrik atau SLR. Visualisasi data membantu para pembaca untuk memprediksi research gap sebelum membaca dengan seksama artikel. Dengan era AI maka visualisasi data bisa dibantu oleh AI seperti chat gpt, gemini atau aplikasi AI lainnya dan jangan lupa mencantumkan sebagai hasil AI bila memang menggunakan AI. Visualisasi data lainnya juga menggunakan VosViewer dan RStudio sebagai gambaran dalam menentukan apa yang sudah kita analisis. 

Pinging tahu caranya menulis Bibliometrik dan SLR boleh kita sharing ya atau mengundang saya kembali😁



Terima kasih pada Jurusan Pendidikan Fisika yang telah memberi kesempatan sharing penulisan karya ilmiah. Terima kasih juga dengan antusias mahasiswa Pendidikan Fisika ULM.
Tautan materi dapat diklik dibawah ini ya.


Post a Comment

0 Comments