Extraction and Coding

 

Beberapa minggu yang lalu saya mendapat revisi mayor dari artikel yang telah submit ke springer indexing scopus. Bukan hanya tentang pembahasan yang telah dibahas tetapi reviewer meminta tabel extraction and coding dengan lengkap dari artikel yang telah dianalisis. Dalam sistem editorial scopus juga diminta bahwa data supplementary diupload dalam sebuah repository dan memiliki DOI. Supplementary dan DOI merupakan hal baru dalam merevisi artikel yang memang pertama submit ke jurnal dengan topik penelitian Systematic Literature Review (SLR). Beberapa data saya perbaiki dan saya ikuti sesuai dengan permintaan reviewer setelah itu submit sebelum batas waktu yang diberikan oleh editor.

Extraction and Coding merupakan langkah awal setelah menentukan rumusan masalah artikel penelitian dan analisis data yang telah melalui proses inklusi dan eksklusi artikel. Data yang terkumpul baru bisa dianalisis dan menjawab rumusan masalah yang telah diberikan. Data yang tidak lengkap membuat reviewer dan penasaran "apakah benar ini data atau menggunakan AI?". Keraguan itu yang harus kita jawab dengan menggunakan data yang telah lakukan proses inklusi dan eksklusi dengan baik. Beberapa data akan tampak dengan seragam sesuai dengan kategori yang telah kita ambil. Setelah melakukan proses extraction and coding upload data pada zenodo dan akan mendapatkan Digital Object Identifier (DOI) agar dapat diakses dengan mudah oleh siapapun. Cara yang akan diturunkan pada author lain menjadi tolak ukur keberhasilan penelitian, begitu juga dengan SLR memerlukan cara yang dapat diikuti oleh author lain bila menghadapi topik penelitian yang sama.



Ya kita hanya sharing saja dan sama menunggu hasil dari revisi...jadi ya harap-harap cemas juga tapi dibuat santai😁.

Untuk materi lanjutan dapat diklik pada tautan berikut ya.




Post a Comment

0 Comments