Kuliah Tamu Metode Penelitian Kuantitatif

 

Beberapa hari yang lalu saya diminta untuk mengisi kuliah tamu Metode Penelitian Kuantitatif oleh prodi Tadris Matematika Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Kuliah tamu ini diikuti oleh mahasiswa dari prodi Tadris Matematika dan prodi PGMI. Kuliah tamu membahas bagaimana anggapan metode penelitian dari mahasiswa S1 yang menganggap bahwa metode penelitian kualitatif lebih mudah dibanding kuantitatif dengan alasan tidak ada perlu analisis data yang banyak dan detail kemudian men-Generalisasi dari analisis data yang telah dilakukan. Sebagian besar mahasiswa prodi pendidikan menganggap bahwa kualitatif lebih mudah karena hanya mengambil subjek secukupnya dan tidak bertemu dengan angka.
Pemahaman lebih mudah mana antara kuali atau kuanti tidak bisa dilihat hanya aspek angka dan bukan angka, tetapi dari faktor suka dan tidak suka kita dalam analis data. Bila memang kita suka mendeskrepsikan gambar kemudian menjelaskan dan juga analsis wawancara maka kualitatif bisa jadi pilihan. Bila kesulitan menggambarkan atau mendeskripsikan dari data wawancara yang ada maka kuantitatif jadi pilihan. Metode penelitian bisa diibaratkan memasak dengan nasi goreng dengan bumbu yang disipkan kemudian disajikan, sajian bumbu menjadi gambaran metode penelitian yang akan diikuti untuk menghasilkan sebuah penelitian yang sesuai dengan tujuan penelitian (Ali Saukah, 2014). Apapun bumbu yang disajikan dalam publikasi ilmiah harus mampu direplikasikan. Tahapan itu yang paling krusial untuk menentukan apakah sajian metode penelitian sesuai dengan langkah yang kita lakukan.
Terima kasih atas kepercayaan dan undangan Kuliah Tamu prodi Tadris Matematika Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. 


Untuk tautan materi dan contoh bagaimana penulisan artikel tentang metode penelitian bisa dilihat pada tautan berikut:


Post a Comment

0 Comments